Oleh : Adidin
“Pelajaran yang paling sulit adalah matematika”, menurut anggapan sebagian besar siswa. Anggapan seperti ini telah menjadikan matematika sebagai momok yang paling menakutkan bagi siswa, sehingga banyak siswa yang selalu terbayang akan kesulitan matematika ketika akan mempelajari matematika. Dari bayangan itu, secara tidak langsung telah melekat pada otak siswa, sehingga sangat sulit untuk menerima materi yang diberikan oleh guru. Tak heran ketika keluar dari ruangan hampir tidak ada yang tersimpan dalam otak siswa.
Anggapan negatif terhadap matematika tidak hanya dari siswa tetapi masyarakat juga memiliki persepsi negatif terhadap matematika. kebanyakan sikap negatif terhadap matematika timbul karena kesalahpahaman atau pandangan yang keliru mengenai matematika. Untuk memahami matematika secara benar dan sewajarnya, pertama – tama perlu diklarifikasi terlebih dahulu beberapa mitos ( persepsi ) negatif terhadap matematika, antara lain :
a. Adanya peletakan bahwa matematika adalah ratu bagi ilmu pengetahuan, sehingga –menurut anggapan kebanyakan orang- menimbulkan mitos bahwa matematika adalah penentu intelektual seseorang. Jika seseorang tidak mengerti matematika, berarti mereka dianggap tidak pintar. Padahal kepintaran seseorang itu bermacam – macam, ada yang jenius dalam bidang sains, dan yang yang lain jenius di bidang seni, namun tidak mengerti matematika sama sekali.
b. Anggapan bahwa untuk mempelajari matematika diperlukan bakat istimewa yang tidak dimiliki setiap orang. Kebanyakan orang berpandangan bahwa untuk dapat mempelajari matematika diperlukan kecerdasan yang tinggi, akibatnya bagi mereka yang merasa kecerdasannya rendah, mereka tidak termotivasi untuk belajar mtematika.
c. Bahwa matematika adalah ilmu berhitung. Kemampuan berhitung dengan bilangan – bilangan memang tidak dapat dihindari ketika belajar matematika. Namun, pada hakikatnya berhitung hanya merupakan sebagian kecil dari keseluruhan matematika. Selain mengerjakan perhitungan – perhitungan, orang juga berusaha memahami mengapa perhitungan itu dikerjakan dengan menggunakan suatu cara tertentu.
Dari beberapa anggapan di atas, telah membuat siswa berpikir bahwa untuk mempelajari matematika sangat sulit. Olehnya itu, diperlukan langkah konkret untuk menumbuhkembangkan minat siswa terhadap matematika. Telebih lagi bagi seorang guru, sikap lunak sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Seorang guru seharusnya tidak terlalu tegang dalam memberikan pelajaran, hal ini dapat menyebabkan siswa menjadi tertekan sehingga mengurangi konsentrasi dalam menerima pelajaran.
Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan agar mudah mempelajari matematika, di antaranya adalah :
a. Banyak berlatih dengan menggunakan soal berlainan secara rutin.
b. Bertanya kepada guru atau teman lain apabila belum memahami sebuah materi.
c. Membuat tulisan pada kertas dan menempelkannya di tempat yang mudah terlihat. Dengan demikian, kita mudah menghafal sebuah materi seperti rumus tanpa perlu menghafalkannya.
d. Belajar bersama. Dengan demikian, kita bisa berdiskusi dengan pihak lain serta menghilangkan kejenuhan belajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar